Home Info Sekolah Walikota Bekasi Tri Adhianto: Stop Bulying di Sekolah

Walikota Bekasi Tri Adhianto: Stop Bulying di Sekolah

Disampaikan pada Roots Day di SMP 17

140
0
SHARE
Walikota Bekasi Tri Adhianto:  Stop Bulying di Sekolah

Keterangan Gambar : Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyalami siswa SMP 17 Kota Bekasi pada acara Roots Day (anti bulying) (foto ist)

Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang

Bekasi, eduksinews.com-Pemerintah Kota Bekasi mendukung penuh upaya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Dukungan disampaikan oleh Walikota Bekasi Tri Adhianto pada kegiatan Roots Day yang digelar, Senin(19/1/26).

Roots Day diikuti oleh siswa-siswi SMPN 17 Bekasi, para guru, serta perwakilan orang tua. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran bersama bahwa perundungan bukan hanya berdampak pada korban, tetapi juga pada lingkungan belajar secara keseluruhan. Melalui deklarasi ini, para siswa yang tergabung sebagai Agen Perubahan diharapkan dapat menjadi teladan dan penggerak dalam menciptakan suasana sekolah yang positif.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Roots Day dan peran aktif siswa dalam menolak segala bentuk perundungan. Menurutnya, pencegahan perundungan harus dimulai sejak dini dengan membangun karakter dan empati di lingkungan sekolah.

“Perundungan bukan hal sepele. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Agen perubahan ini memiliki peran penting untuk saling menjaga dan saling mengingatkan,” ujar Tri Adhianto.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen mendukung program-program pendidikan yang menanamkan nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai. Menurutnya, keberanian siswa untuk menyatakan sikap menolak perundungan merupakan langkah awal yang sangat berarti.

“Saya berharap para siswa yang menjadi agen perubahan bisa berani bersikap, peduli terhadap teman, dan menjadi contoh yang baik. Dari sekolah yang bebas perundungan, kita bisa membangun generasi yang kuat dan berkarakter,” tambahnya.

Kegiatan Roots Day juga diisi dengan pembacaan deklarasi anti perundungan, diskusi interaktif, serta penyampaian komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif. Para siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan dan menyatakan kesiapan untuk menjadi bagian dari solusi.

Melalui deklarasi Agen Perubahan Anti Perundungan Angkatan ke-5 ini, diharapkan SMPN 17 Bekasi dapat terus menjadi sekolah yang menjunjung nilai saling menghormati. Pemerintah Kota Bekasi berharap semangat anti perundungan ini dapat menyebar ke sekolah-sekolah lain dan menjadi gerakan bersama demi masa depan generasi muda yang lebih baik.***(edu/Il/YB)