Para mentor merupakan alumni LDK yang sudah berpengalaman di dunia panahan,
Jakarta, edukainews.com- Lembaga Dakwah Kampus Universitas Islam As-Syafi’iyah (LDK UIA) konsisten menggelar latihan panahan sebagai salah satu program rutinitas unggulan. Kegiatan yang dilaksanakan setiap Senin dan Sabtu ba’da Asar ini diikuti puluhan kader dan mahasiswa UIA.
Latihan panahan bukan sekadar olahraga bagi LDK UIA. Ketua LDK UIA, Saniah, menegaskan, kegiatan ini adalah upaya menghidupkan sunnah Rasulullah Saw. “Rasulullah bersabda: ‘Ajarilah anak-anak kalian berkuda, berenang, dan memanah.’ Maka kami berkomitmen menjadikan panahan sebagai budaya di kampus,” ujarnya saat ditemui di lapangan panahan UIA, Jumat 06/06/2026.
Dibimbing Langsung Mentor Alumni
Keistimewaan latihan panahan LDK UIA terletak pada sistem mentoring. Para mentor merupakan alumni LDK yang sudah berpengalaman di dunia panahan, bahkan beberapa di antaranya aktif di komunitas panahan Jabodetabek. Mereka membimbing dari teknik dasar berdiri, memegang busur, menarik tali, hingga teknik membidik sasaran.
“Alhamdulillah kader baru cepat adaptasi karena dibimbing langsung oleh abang-abang alumni. Jadi transfer ilmunya lebih dekat dan semangatnya juga terjaga,” kata salah seorang peserta, Ali mahasiswa/iFST/FAI/KPI semester 4.
Latihan dimulai tepat setelah jamaah sholat Asar. Peserta berkumpul di lapangan belakang Masjid As-Syafi’iyah UIA yang sudah disulap menjadi arena panahan sementara. Dengan target setinggi 130 cm dan jarak 15-20 meter, kader dilatih fokus, ketenangan, dan konsistensi.
Dua Kali Sepekan, Jaga Konsistensi
Dipilihnya hari Senin dan Sabtu bukan tanpa alasan. “Senin untuk mengawali pekan dengan sunnah dan semangat baru. Sabtu untuk evaluasi progres sepekan dan mempererat ukhuwah sebelum libur,” jelas Ketua Bidang Syiar LDK UIA.
Dengan intensitas dua kali sepekan, kader diharapkan tidak hanya mahir memanah, tetapi juga terbentuk karakter disiplin dan sabar. “Memanah itu melatih fokus. Kalau pikiran ke mana-mana, anak panah pasti meleset. Sama seperti hidup, butuh niat dan konsentrasi,” tambah salah satu mentor alumni, yaitu Bang Sandi
Lebih dari Olahraga: Sarana Dakwah dan Ukhuwah
Ketua LDK UIA menekankan, panahan menjadi pintu dakwah yang efektif. Banyak mahasiswa umum yang awalnya penasaran akhirnya ikut bergabung karena tertarik dengan panahan. “Dari panahan, kita ajak sholat berjamaah, ikut kajian, dan aktif di kegiatan LDK lainnya. Ini dakwah bil hal,” ungkapnya.
Selain itu, momen latihan jadi ajang silaturahmi lintas angkatan. Kader baru, pengurus, hingga alumni berbaur. Selesai latihan, mereka biasa mengadakan evaluasi dan taujih singkat.
Target Ke Depan: UKM Panahan dan Kompetisi
Melihat animo yang tinggi, LDK UIA menargetkan pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa khusus panahan di bawah pembinaan LDK. “InsyaAllah kita arahkan agar bisa ikut kompetisi panahan antar kampus atau komunitas muslim. Biar syiar sunnah ini makin luas,” kata Ketua LDK.
Pihak kampus melalui Wakil Rektor III UIA juga memberi dukungan penuh. Sarana seperti busur, anak panah, dan target secara bertahap akan ditambah melalui dana kemahasiswaan.
Ajak Mahasiswa Lain Bergabung
LDK UIA membuka pintu bagi seluruh mahasiswa UIA yang ingin belajar memanah, baik ikhwan maupun akhwat dengan jadwal terpisah. Tidak dipungut biaya, cukup membawa semangat dan niat menghidupkan sunnah.
“Panahan mengajarkan kita soal tujuan. Ada target yang harus dibidik. Begitu juga hidup, harus punya visi ke akhirat,” tutup Ketua LDK UIA.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan sesi foto antar peserta dan mentor. Panahan LDK UIA akan kembali digelar Senin mendatang ba’da Asar di lokasi yang sama.***(edu/San)








LEAVE A REPLY